indonesia, Tak Berkategori

Ini Kata Netizen Mengapa Kota Cirebon Disebut sebagai Kota Tilang

hi sobat stpblog.me, belum lama ini netizen memiliki nama baru untuk Kota Berintan “CIREBON” dengan sebutan Cirebon Kota Tilang. yak hal yang bikin ane ngakak dan bingung kenapa netizen memberi julukan seperti itu khususnya para pengendara sepeda motor.

Ternyata Julukan Cirebon Kota Tilang yang diberikan oleh netizen berawal dari banyaknya kejadian penilangan  yang kerap sekali terjadi di daerah cirebon khususnya bagi pengendara sepeda motor dengan plat Luar kota Cirebon.menurut pengendara sepeda motor penindakan tilang seolah dilakukan secara semena mena. seolah olah petugas mencari cari kesalahan tanpa ada kejelasan pasal apa yang dilanggar.

sebut saja Adri salah seorang netizen menyebutkan “Upsidep-down OEM orisinil bawaan motor dibilang modifan shock dibalik dan engga safety dan ditilang, tengok kiri-kanan di lampu merah dibilang engga fokus lalu ditilang. Bawa keyboard dan beberapa musical instrument kecil di dalam mobil pribadi pun kena tilang, dibilang bukan mobil angkut barang. Ada lagi, menaruh tas di antara kaki pada motor matic pun ditilang, serta pasal-pasal special lainnya teruntuk special plat kendaraan Non E (plat nomor selain cirebon),” tulis Adri.

beberapa gambar meme juga beredar setelah kehebohan Julukan Cirebon Kota Tilang, berikut ini memenya:

Sebelum menyikapi hal ini, tentu semua pihak (masyarakat dan petugas Polantas) harus punya pemahaman yang sama terkait definisi pelanggaran lalulintas dan angkutan jalan. Sehingga walau tak spesifik diatur dalam Undang-Undang Nomor 22, Tahun 2009 Tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan, namun kesadaran akan keselamatan berlalulintas harus jadi nomor satu.

Nah, sebetulnya apa yang dimaksud dengan definisi pelanggaran lalu lintas dan angkutan jalan? Untuk mengetahui hal ini, Kasubdit Bin Gakkum, Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, Ssos. MH memberikan jawaban. Tentu wilayah hukumnya berbeda, namun paling tidak dapat memberikan gambaran.

Maksud pelanggaran lalulintas dan angkutan jalan adalah pelanggaran, dengan kriteria sebagai berikut:
1. Kasat mata dan mudah diketahui.
2. Tidak memerlukan alat membuktikan.
3. Tidak memerlukan keterangan ahli.
4. Ancaman pidana penjara atau kurungan paling lama 3 bulan dan/atau denda paling banyak Rp 3.000.000. (Pasal 211 UU, No. 8 tahun 1981 tentang KUHAP)

sumber:

https://www.brilio.net/news/kota-tilang-sebutan-baru-untuk-cirebon-ini-bukti-menurut-netizen-160131j-splitnews-2.html

http://otomotifnet.com/Motor/Umum/Mengapa-Cirebon-Disebut-Kota-Tilang-Ini-Definisi-Pelanggaran-Lalin-Versi-Polisi

gambar dari:

kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *